Selamat New Year 2009
2 Januari 2009 oleh gaplek“Hallo, Kang Gaplek… “Happy New Year” Kang..!!”
“Hallo juga mbah Karmo.. Yess, ai yem hepi”
“Lho.. maksudmu ki opo to kang.. diberi ucapan selamat malah jawabnya ai yem hepi.. mbok yang bener jawabnya. Lha kowe itu pernah belajar inggris nggak to kang?#”
“Lah, tadi kamu tanya aku tentang happy to.. happy itu kan artinya senang, gembira, bahagia.. Yaa hari ini aku senang maka kujawab ai yem hep pi. bener to.. kowe ki gimana to mbah!!”
“Walaah, kamu itu pikun benar kang, maksude happy New Year itu “Selamat Tahun Baru” kang, seperti happy birthday itu artinya selamat ultah. Apa kowe gak pernah nonton tivi to kang?”
“O, yo sorri saja mbah. sudah satu tahun jadi aku gak terlalu ingat sama kata-kata itu. Lagipula ucapan itu kan diucapkan hanya satu tahun sekali. Wong yang di Jakarta sana kasus-kasus yang belum ada satu tahun saja sudah terlupakan apalagi aku yang sudah satu tahun, ya bakalan gak ingat sama 3 suku kata tadi. Mbah.. jangan disangkutpautkan ingatanku dengan tivi lho mbah.. gak ada hubungane itu mbah..!!”
“Kamu itu masih muda Kang, masak ingatan kamu kalah sama aku yang tuwa ini. Makanya sering-sering asah ingatanmu. Biar ingatanmu tajam. Kalo ingatanmu tajam, kamu bisa mempergunakan peristiwa masa lalumu sebagai analisa untuk bertindak sekarang. Jadi tindakanmu sekarang tidak akan salahh..”
“O.. gitu to mbah.. berarti saya dulu nyuri sandal di masjid ketahuan.. sekarang gimana caranya biar gak ketahuan.. gitu to mbah. yang tadinya salah karena ketahuan.. sekarang gimana caranya gak salah alias tidak ketahuan..”
“Ya tida gitu, Kang.. Kowe itu benar-benar pikun kok Kang. Maksudku… kalau tahun-tahun kemarin kamu berbuat itu ternyata salah.. dosa .. merugikan orang banyak.. jahat .. korupsi.. menyakiti hati orang lain, dll. Entah perbuatan itu kamu sadari atau tidak, bisa kamu analisa atau prediksi kalau ternyata kamu berbuat seperti itu adalah salah, dosa merugikan. Sekarang dengan analisa kamu sendiri itu kamu kan bisa merubahnya agar perbuatan kamu itu bisa benar, halal, tidak merugikan atau bermanfaat bagi orang lain. Gitu loh Kang..”
“Iya, ya , mbah Karmo. Orang tuwa itu kalo ngomong pintar ya mbah.. tapi sayang mbah.. pintar ngomongnya kalo sudah tuwa.. padahal tinggal separuh nafas lagi.. padahal kuburr sudah menanti. peot.. kempot. mbah tahu gak teka-teki ini mbah “dalamnya peot luarnya kuning” apa maksudnya mbah?. saya jawab sendiri ya mbah.. daripada kebanyakan mikir ntar malah cepat mod…..!! maksudnya yaitu mbah Karmo naik Angkot. Katanya kalo anak muda kebanyakan mikir cepat tua.. lha kalo orang tuwa kebanyakan mikir khan cepat mat…!! Makanya mbah.. sadar .. jangan suka ngata-ngatain orang.. kalo nggak ingin dikata-katain.”
“Asem.. yang ngata-ngatain itu siapa, kang?
” Lha mbah tadi ngata-ngatai aku pikun, ya too!?”
“Lha itu kan fakta. Aku khan bicara fakta, Kang..”
“O..ya .. ya mbah benar ya mbah.. aku tadi juga bicara fakta kalo mbah sudah dinanti oleh kubur. he .. he.. he!..!
“…….. ciaat… saya lempar pake sandal kamu haa……
“.. emang saya jos bus… lariiiiiiiii …..”